Nama :Rikky Eko Prasetyo
Npm :12141363
Kelas :5j
IKIP PGRI MADIUN
Gara-gara Gedget, Kualitas Dunia
Pendidikan Menurun
Gadget
adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat
elektronik yang memiliki fungsi khusus. salah satu hal yang membedakan gedget
dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan” . artinya, dari
hari ke hari getget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang
membuat hidup manusia menjadi lebih praktis/mudah. Kemudahan untuk melakukan
sesuatu yang positif maupun kemudahan melakukan hal-hal yang negatif. Salah
satu jenis gedget yang paling akrab dalam kehidupan sehari-hari adalah
handphone. Gedget jenis ini mengalami kemajuan yang signifikan. Penemuan baru
selalu hadir dengan daftar spesifikasi yang lebih selalu di hadirkan. Peredaran
gedget saat ini semakin meluas dan hal ini tak lepas dari motif seseorang ingin
memilikinya, beberapa orang menginginkan kehadiran gadget hanya untuk gengsi
atau gaya (life style).
Dampak yang diakibatkan keberadaan gadget cukup
signifikan dalam evolusi budaya kehidupan manusia apalagi dalam dunia
pendidikan. Baik itu dampak positif
maupun dampak negatif. Jika kita tidak mengendalikan penggunaan gedget maka
kitalah yang nantinya dirugikan. “Apa aja sih yang dilakukan pengguna
smartphone dengan ponsel pintar mereka?” biasanya para pengguna smartphone
paling banyak menggunakannya untuk chatting (mengobrol/percakapan online), dan
browsing. Memang demikian adanya, tren saat ini adalah para anak muda lebih
banyak menghabiskan waktunya untuk mengobrol tanpa arah dan tujuan yang jelas.
mereka lebih senang berkomunikasi denagan teman-temannya melalui gedgetnya dari
pada bertemu secara langsung (face to face). Dalam dunia pendidikan sendiri
pengunaan gedget sangat berpengaruh besar,
apalagi dalam segi kualitas. Apabila kita cermati lebih lanjut,
“Apa sih yang menyebabkan chatting, browsing, jejaring sosial sangat diminati
oleh kebanyakan anak muda saat ini?”. Mungkin karena kegiatan tersebut hanya di
jadikan tren di kalangan anak muda, dan agar pandangan orang lain tentang
mereka berubah, yang awalya di sebut “Katrok, Norak, Ndeso” bisa berubah.
Sangat di sayangkan apabila pengguna smartphone kurang memahami dan tidak
memanfaatkan onsel mereka dengan smart. Dalam dunia pendidikan juga sangat
berpengaruh, berikut ini kerugian-kerugin yang dapat ditimbulkan akibat
penggunaan gedget secara berlebihan di bidang pendidikan, yaitu sebagai
berikut:
Malas Berinteraksi di Dunia Nyata
Apa-apa serba digital. Lihat jadwal kuliah
malas ke kampus, tinggal buka laptop saja yang terhubung ke sistem akademik
online. Mau lihat materi perkuliahan tinggal download. Mau bertanya dan diskusi
tinggal masuk ke elektronic discusion forum di virtual-class. Semua seolah ada
di ujung jari, semua dalam genggaman. Ujung-ujungnya, pertemuan fisik
berkurang. Ngobrol dari hati ke hati dan face to face makin jarang. Semua
terjebak di dunia virtual. Bisa jadi, mahasiswa lebih stress ketinggalan gadget
dari pada mikir kuliah.
Malas Baca
Textbook
Setiap ada tugas
makalah atau presentasi, mahasiswa modelnya berselancar di dunia maya sembari
mengetikkan kata kunci di mesin pencari. Kutip sana, kutip sini, masih syukur
sumber tulisannya disebutkan. Memang terkonoli sangat memudahkan . semua yang
serba online belum tentu membuka pengetahuan. Dampaknya, perpustakaan pun sepi,
kecuali mencari jurnal atau buku yang memang tidak ada format e-jurnal
dane-book-nya.
Malas Nulis dengan
Tangan
Semua aktivitas
mengandalkan papan ketik. Semua tulisan sudah ada formatnya. Mau nulis catatan
kuliah tinggal nulis di notepad. Dunia digitalpun akhirnya membuat mahasiswa
piawai mengetik, bukan menulis dengan tanggan. Jangan-jangan mahasiswa sudah
lupa cara menulis dengan tanggan secara rapi dan indah.
Malas Bergerak
Tinggal diam di kamar
saja bisa tau semua informasi atau aktivitas di kampus. Belum mandi pun bisa
berdiskusi dengan dosen melalui virtual-class. Bertemu dengan teman sekelas
cukup mengandalkan BBM-an atau chatt room di kelas maya sembari nonton
television. Mobilitas pun berkurang. Bahkan jalan-jalan ke kampus sembari
menikmati lingkungan sekitar bisa semakin jarang. Semua duduk di depan monitr
saja.
Malas Bicara
Kemampuan komunikasi
verbal pun bisa terganggu gara-gara komunikasi serba digital. Mau bertanya,
tinggal mengetikkannya di diskusi elektronik yang tersedia di virtual-class,
atau minimal melalui chat room/ BBM pun juga bisa. Bisa jadi kita gagap bicara
komunikasi verbal jarang di gunakan. Dunia seolah hening, namun pesan
elektronik bersliweran di ruang-ruang maya di perguruan tinggi.
Meskipun smartphone, gedget dan perangkat mobile lainnya
memberikan manfat besar dalam dunia pendidikan dengan menyajikan kemudahan akan informasi. Dan kecanggihan
gedget saat ini yang memfasilitasi akses internet yang akan memudahkan kita
dalam memperkaya ilmu pengetahuan.
Jadi dengan keberadaan gadget saat ini, terutama
smartphone, seharusnya produktivitas seseorang dalam berbagai bisa lebih
optimal, bukan menjadi bumerang yang merugikan para penggunanya. Dan batasi
penggunaan gedget yang berlebihan, perbanyak interaksi di dunia nyata dalam
kegiatan-kegiatan sosial bermasyarakat. Jadikan gedget kita lebih bermanfaat bagi
kehidupan kita dengan cara pengoptimalan penggunaan gedget kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar