Kamis, 01 Januari 2015

Artikel Pendidikan (5j)


Nama :Rikky Eko Prasetyo
Npm    :12141363
Kelas   :5j
IKIP PGRI MADIUN


Gara-gara Gedget, Kualitas Dunia Pendidikan Menurun

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. salah satu hal yang membedakan gedget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan” . artinya, dari hari ke hari getget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis/mudah. Kemudahan untuk melakukan sesuatu yang positif maupun kemudahan melakukan hal-hal yang negatif. Salah satu jenis gedget yang paling akrab dalam kehidupan sehari-hari adalah handphone. Gedget jenis ini mengalami kemajuan yang signifikan. Penemuan baru selalu hadir dengan daftar spesifikasi yang lebih selalu di hadirkan. Peredaran gedget saat ini semakin meluas dan hal ini tak lepas dari motif seseorang ingin memilikinya, beberapa orang menginginkan kehadiran gadget hanya untuk gengsi atau gaya (life style).
         Dampak yang diakibatkan keberadaan gadget cukup signifikan dalam evolusi budaya kehidupan manusia apalagi dalam dunia pendidikan. Baik itu dampak  positif maupun dampak negatif. Jika kita tidak mengendalikan penggunaan gedget maka kitalah yang nantinya dirugikan. “Apa aja sih yang dilakukan pengguna smartphone dengan ponsel pintar mereka?” biasanya para pengguna smartphone paling banyak menggunakannya untuk chatting (mengobrol/percakapan online), dan browsing. Memang demikian adanya, tren saat ini adalah para anak muda lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengobrol tanpa arah dan tujuan yang jelas. mereka lebih senang berkomunikasi denagan teman-temannya melalui gedgetnya dari pada bertemu secara langsung (face to face). Dalam dunia pendidikan sendiri pengunaan gedget sangat berpengaruh besar, apalagi dalam segi kualitas. Apabila kita cermati lebih lanjut, “Apa sih yang menyebabkan chatting, browsing, jejaring sosial sangat diminati oleh kebanyakan anak muda saat ini?”. Mungkin karena kegiatan tersebut hanya di jadikan tren di kalangan anak muda, dan agar pandangan orang lain tentang mereka berubah, yang awalya di sebut “Katrok, Norak, Ndeso” bisa berubah. Sangat di sayangkan apabila pengguna smartphone kurang memahami dan tidak memanfaatkan onsel mereka dengan smart. Dalam dunia pendidikan juga sangat berpengaruh, berikut ini kerugian-kerugin yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan gedget secara berlebihan di bidang pendidikan, yaitu sebagai berikut:
Malas Berinteraksi di Dunia Nyata
 Apa-apa serba digital. Lihat jadwal kuliah malas ke kampus, tinggal buka laptop saja yang terhubung ke sistem akademik online. Mau lihat materi perkuliahan tinggal download. Mau bertanya dan diskusi tinggal masuk ke elektronic discusion forum di virtual-class. Semua seolah ada di ujung jari, semua dalam genggaman. Ujung-ujungnya, pertemuan fisik berkurang. Ngobrol dari hati ke hati dan face to face makin jarang. Semua terjebak di dunia virtual. Bisa jadi, mahasiswa lebih stress ketinggalan gadget dari pada mikir kuliah.
            Malas Baca Textbook
Setiap ada tugas makalah atau presentasi, mahasiswa modelnya berselancar di dunia maya sembari mengetikkan kata kunci di mesin pencari. Kutip sana, kutip sini, masih syukur sumber tulisannya disebutkan. Memang terkonoli sangat memudahkan . semua yang serba online belum tentu membuka pengetahuan. Dampaknya, perpustakaan pun sepi, kecuali mencari jurnal atau buku yang memang tidak ada format e-jurnal dane-book-nya.
            Malas Nulis dengan Tangan
Semua aktivitas mengandalkan papan ketik. Semua tulisan sudah ada formatnya. Mau nulis catatan kuliah tinggal nulis di notepad. Dunia digitalpun akhirnya membuat mahasiswa piawai mengetik, bukan menulis dengan tanggan. Jangan-jangan mahasiswa sudah lupa cara menulis dengan tanggan secara rapi dan indah.
            Malas Bergerak
Tinggal diam di kamar saja bisa tau semua informasi atau aktivitas di kampus. Belum mandi pun bisa berdiskusi dengan dosen melalui virtual-class. Bertemu dengan teman sekelas cukup mengandalkan BBM-an atau chatt room di kelas maya sembari nonton television. Mobilitas pun berkurang. Bahkan jalan-jalan ke kampus sembari menikmati lingkungan sekitar bisa semakin jarang. Semua duduk di depan monitr saja.
            Malas Bicara
Kemampuan komunikasi verbal pun bisa terganggu gara-gara komunikasi serba digital. Mau bertanya, tinggal mengetikkannya di diskusi elektronik yang tersedia di virtual-class, atau minimal melalui chat room/ BBM pun juga bisa. Bisa jadi kita gagap bicara komunikasi verbal jarang di gunakan. Dunia seolah hening, namun pesan elektronik bersliweran di ruang-ruang maya di perguruan tinggi.
            Meskipun smartphone, gedget dan perangkat mobile lainnya memberikan manfat besar dalam dunia pendidikan dengan menyajikan  kemudahan akan informasi. Dan kecanggihan gedget saat ini yang memfasilitasi akses internet yang akan memudahkan kita dalam memperkaya ilmu pengetahuan.
       Jadi dengan keberadaan gadget saat ini, terutama smartphone, seharusnya produktivitas seseorang dalam berbagai bisa lebih optimal, bukan menjadi bumerang yang merugikan para penggunanya. Dan batasi penggunaan gedget yang berlebihan, perbanyak interaksi di dunia nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial bermasyarakat. Jadikan gedget kita lebih bermanfaat bagi kehidupan kita dengan cara pengoptimalan penggunaan gedget kita.

Selasa, 30 Desember 2014

Profesi Pendidikan

HARAPAN PENDIDIKAN UNTUK INDONESIA

KELOMPOK 4
1.    DEWANGGA ARIK S               12141353
2.    RIKKY EKO PRASETYO         12141363
3.    LUCKY AGUSTIN                    12141366
4.    NOFFI IRMA YUNITA             12141375

A.    HARAPAN GURU KEDEPAN
     Guru merupakan unsur manusiawi yang sangat dekat hubungannya dengan anak didik dalam upaya pendidikan sehari-hari di sekolah, sehingga untuk meningkatkan mutu pendidikan kita yaitu salah satunya dengan meningkatkan keprofesionalan kita sebagai seorang guru (pendidik).Guru merupakan komponen utama dalam dunia pendidikan. Tanpa adanya guru dunia ini menjadi suram, karena guru pencerah dunia. Dengan adanya guru maka terciptalah manusia-manusia yang berpendidikan, yang diharapkan dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju.
       Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus benar-benar membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Dimasa sekarang banyak sekali guru yang bersikap selayaknya seorang guru yang berpendidikan. Banyak guru yang bersikap semaunya sendiri terhadap siswanya. Sikap yang dilakukan oleh guru merupakan cermin bagi siswanya. Bagaimana siswanya begitulah gurunya.Bagaimana sebenarnya sikap seorang guru yang baik, agar bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi siswanya.
      Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus benar-benar membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai serta mempunyai pandangan yang luas dan berwibawa/kewibawaan.
       Sikap dari seorang guru adalah salah satu faktor yang menentukan bagi perkembangan jiwa anak didik selanjutnya. Karena sikap seroang guru tidak hanya dilihat dalam waktu mengajar saja, tetapi juga dilihat tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari oleh anak didiknya. Pada saat ini banyak sikap dari seorang guru yang tidak lagi mencerminkan sikapnya sebagai seorang pendidik karena adanya berbagai faktor yang mestinya tidak terjadi dalam dunia pendidikan. Berikut adalah sikap dan sifat yang harus dimiliki seorang guru diantaranya:

1.    Adil
          Seorang guru harus adil dalam memperlakukan anak-anak didik harus dengan cara yang sama, misalnya dalam hal memberi nilai dan menghukum anak.

2.    Guru merupakan model atau teladan
         Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagi guru.Sebagi teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagi guru. Sehubungan itu, beberapa hal di bawah ini perlu mendapat perhatian, dan bila perlu didiskusikan para guru.
    a.    Sikap Dasar
    b.    Bicara Dan Gaya Bicara
    c.    Kebiasaan Bekerja
    d.    Sikap Melalui Pengalaman Dan Kesalahan
    e.    Pakaian
    f.    Hubungan Kemanusiaan
    g.    Proses Berpikir
    h.    Selera
    i.    Keputusan
    j.    Kesehatan
    k.    Gaya Hidup Secara Umum

3.    Percaya dan suka terhadap murid-muridnya
         Seorang guru harus percaya terhadap anak didiknya. Ini berarti bahwa guru harus mengakui bahwa anak-anak adalah makhluk yang mempunyai kemauan, mempunyai kata hati sebagai daya jiwa untuk menyesali perbuatannya yang buruk dan menimbulkan kemauan untuk mencegah hal yang buruk.

4.    Sabar dan rela berkorban
            Kesabaran merupakan syarat yang sangat diperlukan apalagi pekerjaan guru sebagai pendidik. Sifat sabar perlu dimiliki guru baik dalam melakukan tugas mendidik maupun dalam menanti jerih payahnya.

5.    Memiliki kewibawaan terhadap anak-anak
        Tanpa adanya kewibawaan pada pendidik tidak mungkin pendidikan itu masuk ke dalam sanubari anak-anak. Tanpa kewibawaan, murid-murid hanya akan menuruti kehendak dan perintah gurunya karena takut atau paksaan; jadi bukan karena keinsyafan atau karena kesadaran dalam dirinya.

6.    Penggembira.
        Seorang guru hendaklah memiliki sifat tertawa dan suka memberi kesempatan tertawa bagi murid-muridnya. Sifat ini banyak gunanya bagi seorang guru, antara lain akan tetap memikat perhatian anak-anak pada waktu mengajar, anak-anak tidak lekas bosan atau lelah. Sifat humor yang pada tempatnya merupakan pertolongan untuk memberi gambaran yang betul dari beberapa pelajaran. Yang penting lagi adalah humor dapat mendekatkan guru dengan muridnya, seolah-olah tidak ada perbedaan umur, kekuasaan dan perseorangan.

7.    Bersikap baik terhadap guru-guru lain
          Suasana baik diantara guru-guru nyata dari pergaulan ramah-tamah mereka di dalam dan di luar sekolah, mereka saling menolong dan kunjung mengunjungi dalam keadaan suka dan duka. Mereka merupakan keluarga besar, keluarga sekolah. Terhadap anak-anak, guru harus menjaga nama baik dan kehormatan teman sejawatnya. Bertindaklah bijaksana jika ada anak-anak atau kelas yang mengajukan kekurangan atau keburukan seorang guru kepada guru lain.

8.    Bersikap baik terhadap masyarakat
          Tugas dan kewajiban guru tidak hanya terbatas pada sekolah saja tetapi juga dalam masyarakat. Sekolah hendaknya menjadi cermin bagi masyarakat sekitarnya, dirasai oleh masyarakat bahwa sekolah itu adalah kepunyaannya dan memenuhi kebutuhan mereka. Sekolah akan asing bagi rakyat jika guru-gurunya memencilkan diri seperti siput dalam rumahnya, tidak suka bergaul atau mengunjungi orang tua murid-murid, memasuki perkumpulan-perkumpulan atau turut membantu kegiatan masyarakat yang penting dalam lingkungannya.

9.    Benar-benar menguasai mata pelajarannya
         Guru harus selalu menambah pengetahuannya. Mengajar tidak dapat dipisahkan dari belajar. Guru yang pekerjaannya memberi pengetahuan-pengetahuan dan kecakapan-kecakapan kepada muridnya tidak mungkin akan berhasil baik jika guru itu sendiri tidak selalu berusaha menambah pengetahuannya. Jadi sambil mengajar sebenarnya guru itu belajar.

10.    Suka pada mata pelajaran yang diberikannya
        Mengajarkan mata pelajaran yang disukainya hasilkan akan lebih baik dan mendatangkan kegembiraan baginya daripada sebaliknya.

11.    Berpengetahuan luas
        Selain mempunyai pengetahuan yang dalam tentang mata pelajaran yang sudah menjadi tugasnya akan lebih baik lagi jika guru itu mengetahui pula tentang segala tugas yang penting-penting, yang ada hubungannya dengan tugasnya di dalam masyarakat. Guru merupakan tempat bertanya tentang segala sesuatu bagi masyarakat.

12.    Edukatif
             Edukatif artinya segala ucapan, sikap dan perbuatan guru, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat luas, hendaknya mengandung nilai pendidikan atau bersifat mendidik.

13.    Normatif
          Guru profesioanal hendaknya bersikap normatif, artinya segala ucapan, sikap dan perbuatannya tidak melanggar nilai-nilai moral, etika,  norma agama, dan aturan negara. Seyogyanya, senantiasa patuh terhadap aturan hukum yang berlaku, taat terhadap ajaran agama, menghindari segala tindakan amoral dan asusila.

14.    Ilmiah
           Ilmiah adalah sifat dan karakter guru profesional. Segala ucapan dan tindakan guru profesional dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Prinsif yang dipegang teguh oleh guru profesional adalah “ Berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah”. Artinya ilmu yang dia miliki disamping diajarkan kepada siswa terlebih dahulu amalkan dalam perilakunya sehari-hari, dan segala amal perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.

15.    Demokratis
          Guru profesional dalam menyampaikan materi pelajaran tidak bersikap otoriter dan doktrinitas, siswa hanya dituntut untuk mengikuti kata-katanya. Mengerti tidak mengerti siswa disuruh mengikuti segala konsep, teori dan idenya. Sebaliknya guru profesional bersikap terbuka  bahkan selalu memotivasi siswanya agar berani mengemukakan ide, gagasan dan pemikirannya

16.    Kreatif
           Ciri lain dari guru profesional adalah bersikap kreatif artinya selalu banyak  ide alias banyak akal untuk mengatasi sesuatu yang dianggap kurang atau tidak ada,memberi penjelasan, menggunakan alat bantu, dan memberi motivasi kepada setiap murid

17.    Ikhlas
          Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Salah satu hadits Nabi mengatakan demikian, bahkan hadits tentang niat tersebut sangat mashur dikalangan umat islam. Nabi mengajarkan bahwa seorang guru dalam mengajar harus berlandaskan niat ikhlas yang suci dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Niat yang ikhlas akan menjadi penentu maksud suatu perbuatan.

18.    Jujur
           Jujur adalah hal penting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Jujur menjadi penyelamat bagi seorang guru di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bohong kepada murid akan menghilangkan kepercayaan.

19.    Walk the talk
            Seorang murid akan mencontoh gurunya. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seorang guru yang dilihat oleh muridnya akan menjadi contoh bagi muridnya tersebut. Perbedaan antara ucapan dengan perilaku seorang guru hanya akan membuat murid menjadi bingung. Seorang guru yang tidak mengamalkan apa yang disampaikannya kepada murid-muridnya maka akan merendahkan martabat dirinya dihadapan orang lain.

20.    Akhlaq mulia
         Guru adalah panutan bagi murid-muridnya. Maka seorang panutan dituntut memiliki sikap terpuji yaitu akhlak mulia. Ucapan yang baik, senyum, raut muka yang berseri dan menghilangkan jarak yang dapat membatasi antara seorang guru dengan muridnya. Kasih dan sayang seorang guru mencerminkan akhlak mulia yang terkandung dalam gerak dan perilaku seorang guru.

21.    Berani
          Seorang guru harus memiliki sikap pemberani. Berani meluruskan yang salah pada muridnya dan yang tersulit adalah berani mengakui kekurangan yang ada pada dirinya.


B.    HARAPAN SEORANG GURU  TERHADAP PESERTA DIDIK SETELAH MENGAJAR 6 TAHUN

    Seorang guru pasti memiliki harapan terhadap peserta didiknya setelah selama 6 tahun mengajar, membimbing, mengarahkan, menasehati dsb. Harapan seorang guru tidaklah terpaku pada pengetahuan saja atau siswa siswi yang berprestasi tapi siswa siswi yang memiliki akhlaqul karimah, berbudi pekerti yang baik, bermoral yang baik,  mempunyai sopan santun, mempunyai kterampilan, kreatif dan taat beribadah terhadap agama yang dianutnya. Dengan terbentuknya landasan agama yang kuat maka akan terbentuk karakter yang baik dari dalam diri seorang anak yang nantinya akan menjadi contoh bagi teman-temannya atau orang lain.
Untuk mencapai semua itu dapat diintregasikan di setiap mata pelajaran, namun dapat menjadi paket mata pelajaran. Selain itu juga guru harus dintuntut bisa memberikan nasehat diawal pelajaran. Nasehat bisa dilakukan sebagai pemanasan yang tdak memakan waktu yang lama, namun dampaknya di kemudian hari akan terbentuk pribadi yang dapat memecahkan masalah bukan membuat masalah. Menyisihkan waktu misal seminggu sekali atau sebulan sekali untuk mengasah kreativitas dan keterampilan siswa, misal dari hal yang sederhana memanfaatkan barang bekas yang ada disekitar yang disulap menjadi barang atau sesuatu yang bermanfaat dan empunyai nilai jual yang tinggi.
Berilmu atau pintar dan banyak pengetahuan adalah hal yang penting, tapi mempunyai pribadi yang baik, sopan santun, berakhlaq mulia dan kreativitas yang baik tidak kalah penting karna pada dasarnya orang yang mempunyai akhlaq yang baik akan banyak dicari dan dibutuhan orang lain, dan orang yang mempunyai keterampilan atau kreativitas dapat menciptakan lapangan pekerjaan, jadi ilmu tersebut dapat tersalurkan dengan baik dan bisa bermanfaat bagi dirinya ataupun orang lain.


C.    PROGRAM HARIAN YANG AKAN DICAPAI

1.    Program penanaman sikap spiritual dan kedisiplinan
a.    Program Harian

Di pagi hari (jam 06.15 WIB)
  1.     Siswa wajib datang kesekolah paling lambat jam 06.15 pagi
  2.     Siswa diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke kelas.
  3.     Siswa sebelum masuk ke kelas berbaris di depan pintu kelas masing-masing dan berhitung     untuk mengetahui jumlah siswa yang hadir
  4.     Selanjutnya diluar kelas, ketua kelas menyiapkan teman-temannya untuk berbaris rapi didepan kelas kemudian memeriksa kelengkapan pakaian siswa.
  5.     Jika sudah rapi siswa diizinkan untuk memasuki kelas sambil mencium tangan guru secara bergantian.
  6.     Menyanyikan lagu nasional secara bersama- bersama.
  7.     Sebelum memulai pelajaran, ketua kelas menyiapkan teman-temannya untuk memberi salam kepada guru dan dilanjutkan dengan berdoa.
  
Ketika jam istirahat (jam 09.00 WIB)
  1.     Setelah bel istirahat berbunyi, setiap siswa diwajibkan untuk selalu membawa buku.
  2.     Setelah itu, siswa bebas melakukan kegiatan misal ingin jajan di kantin, atau membaca diperpustakaan atau kegiatan positif lainnya.
  3.     Setelah jam istirahat berakhir siswa kembali ke kelas dengan tertib dan siap mengikuti pelajaran selanjutnya.

Ketika pulang sekolah
  1.     Siswa secara bersama-sama memeriksa kelas apakah sudah dalam keeadaan rapi dan bersih tidak ada kotoran atau sampah yang tertinggal dan berserakan.
  2.     Siswa diwajibkan untuk melaksanakan shalat dhuhur terlebih dahulu.
  3.     Siswa kembali ke kelas untuk mengisi daftar absen untuk kehadiran shalat dhuhur,jika tidak absen mengisi daftar kehadiran maka diberi sanksi menulis surat pendek minal 2 surat.
  4.     Siswa secara bergantian mencium tangan guru saat meninggalkan kelas.

b.    Program Mingguan (Tujuannya untuk memotivasi belajar siswa)
  1.     Setiap hari senin seluruh warga sekolah wajib mengikuti dan melaksanakan upacara bendera.
  2.     Setiap hari selasa siswa diwajibankan melakukan senam bersama – sama.
  3.     Setiap hari kamis perwakilan kelas diwajibkan membuat suatu karya yang nantinya akan di    pajang di Mading sekolah.
    Dan untuk kegiatan ekstra kulikuler pramuka dilaksanakn setiap hari sabtu jam 14.00 – 16.00 Wib.

c.    Program Semester  ( kegiatan tahunan )
  1.     Melaksanakan kerja bakti bersama agar siswa peduli terhadap lingkungan sekitar.
  2.     Perwakilan kelas diwajibkan membawa 2 tanaman.
  3.     Mengadakan gebyar seni yang bersamaan dengan perpisahan kelas 6.
  4.     Setiap kelas wajib menampilkan suatu karya seni atau pertunujukan (penghargaan bagi penampil terbaik akan mendapatkan reward berupa piala )
  5.     Mengadakan kegiatan persami untuk kelas tinggi.



Senin, 29 Desember 2014

RPP


NAMA                       : RIKKY EKO PRASETYO
NPM                           : 12141363
KELAS                      : 4 J

Kompetensi Inti          :    Menggolongkan hewan, berdasarkan jenis makanannya
Kompetensi Dasar      :    Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya.
Indikator                     :    Menggolongkan hewan-hewan yang termasuk pemakan Tumbuhan (herbivora), pemakan daging (karnivora), dan pemakan segala (omnivora).

MEMBEDAKAN JENIS HEWAN BERDASARKAN MAKANAN (HERBIVORA, KARNIVORA, DAN OMNIVORA)

Tujuan                                         :    Untuk dapat membedakan jenis hewan Herbivora, Karnivora, dan Omnivora.
Alat dan Bahan                           :       Berbagai macam jenis hewan
1.      Sapi
2.      Kambing  
3.      Ular
4.      Kelelawar
5.      Ayam
6.      Burug elang
7.      Burung merpati
8.      Kucing
9.      Anjing
Rumusan                                     :    Bagaimana cara membedakan jenis hewan Herbivora, Karnivora, dan Omnivora.?
Hipotesis                                     :    Dapat mengetahui perbedaan jenis hewan Herbivora, Karnivora, dan Omnivora.
Variabel                                       :    Jenis hewan        ( Variabel Manipulasi)
                                                         Herbivora, Karnivora dan Omnivora     (Variabel Respon)
                                                         Makanan hewan (Variabel Kontrol)
Definisi Operasional Variabel     :    Hewan merupakan kelompok utama dari multiseluler, organisme eukariotik dari animala kerajaan atau metazoa. Kata “Hewan” berasal dari kata latin animalis, yang berarti memiliki nafas. Semua hewan memiliki jenis makanan yang berbeda-beda, berdasarkan jenis makanannya hewan di golongkan menjadi berbagai jenis antara lain hewan pemakan tumbuhan (biji, daun, batang, dan umbi-umbian) atau Herbivora, hewan pemakan daging atau Karnivora, dan hewan pemakan segala (tumbuhan dan daging) atau Omnivora.
Langkah – langkah Kegiatan      :   
1.      Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Amati berbagai macam hewan berdasarkan makanannya
3.      Mencatat hasil pengamatan dalam tabel

No.
Jenis hewan
Karnivora
Herbivora
Omnivora
1.
Sapi



2.
Kambing



3.
Ular



4.
Kelelawar



5.
Ayam



6
Burug elang



7
Burung merpati



8
Kucing



9
Anjing




4.      Dari tabel di atas, apa yang dapat kalian jelaskan?
Dari tabel di atas yang hewan karnivora adalah Burug elang, Kucing.  dan Ular, anjing. Hewan herbivora  adalah Kelelawar, Sapi, Kambing, Burung merpati Sedangkan hewan omnivora adalah Ayam
5.      Apa yang dapat kalian simpulkan dari kegiatan di atas?
Dari kegiatan di atas maka kita dapat membedakan jenis hewan karnivora, herbivora, dan omnivora dari pengamatan makanan hewan tersebut. Kita dapat mengamati hewan yang ada di sekitar kita seperti Sapi, Kambing, Ular, Kelelawar, Ayam, Burug elang, Burung merpati, Kucing, anjing.