Kamis, 01 Januari 2015

Artikel Pendidikan (5j)


Nama :Rikky Eko Prasetyo
Npm    :12141363
Kelas   :5j
IKIP PGRI MADIUN


Gara-gara Gedget, Kualitas Dunia Pendidikan Menurun

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. salah satu hal yang membedakan gedget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan” . artinya, dari hari ke hari getget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis/mudah. Kemudahan untuk melakukan sesuatu yang positif maupun kemudahan melakukan hal-hal yang negatif. Salah satu jenis gedget yang paling akrab dalam kehidupan sehari-hari adalah handphone. Gedget jenis ini mengalami kemajuan yang signifikan. Penemuan baru selalu hadir dengan daftar spesifikasi yang lebih selalu di hadirkan. Peredaran gedget saat ini semakin meluas dan hal ini tak lepas dari motif seseorang ingin memilikinya, beberapa orang menginginkan kehadiran gadget hanya untuk gengsi atau gaya (life style).
         Dampak yang diakibatkan keberadaan gadget cukup signifikan dalam evolusi budaya kehidupan manusia apalagi dalam dunia pendidikan. Baik itu dampak  positif maupun dampak negatif. Jika kita tidak mengendalikan penggunaan gedget maka kitalah yang nantinya dirugikan. “Apa aja sih yang dilakukan pengguna smartphone dengan ponsel pintar mereka?” biasanya para pengguna smartphone paling banyak menggunakannya untuk chatting (mengobrol/percakapan online), dan browsing. Memang demikian adanya, tren saat ini adalah para anak muda lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengobrol tanpa arah dan tujuan yang jelas. mereka lebih senang berkomunikasi denagan teman-temannya melalui gedgetnya dari pada bertemu secara langsung (face to face). Dalam dunia pendidikan sendiri pengunaan gedget sangat berpengaruh besar, apalagi dalam segi kualitas. Apabila kita cermati lebih lanjut, “Apa sih yang menyebabkan chatting, browsing, jejaring sosial sangat diminati oleh kebanyakan anak muda saat ini?”. Mungkin karena kegiatan tersebut hanya di jadikan tren di kalangan anak muda, dan agar pandangan orang lain tentang mereka berubah, yang awalya di sebut “Katrok, Norak, Ndeso” bisa berubah. Sangat di sayangkan apabila pengguna smartphone kurang memahami dan tidak memanfaatkan onsel mereka dengan smart. Dalam dunia pendidikan juga sangat berpengaruh, berikut ini kerugian-kerugin yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan gedget secara berlebihan di bidang pendidikan, yaitu sebagai berikut:
Malas Berinteraksi di Dunia Nyata
 Apa-apa serba digital. Lihat jadwal kuliah malas ke kampus, tinggal buka laptop saja yang terhubung ke sistem akademik online. Mau lihat materi perkuliahan tinggal download. Mau bertanya dan diskusi tinggal masuk ke elektronic discusion forum di virtual-class. Semua seolah ada di ujung jari, semua dalam genggaman. Ujung-ujungnya, pertemuan fisik berkurang. Ngobrol dari hati ke hati dan face to face makin jarang. Semua terjebak di dunia virtual. Bisa jadi, mahasiswa lebih stress ketinggalan gadget dari pada mikir kuliah.
            Malas Baca Textbook
Setiap ada tugas makalah atau presentasi, mahasiswa modelnya berselancar di dunia maya sembari mengetikkan kata kunci di mesin pencari. Kutip sana, kutip sini, masih syukur sumber tulisannya disebutkan. Memang terkonoli sangat memudahkan . semua yang serba online belum tentu membuka pengetahuan. Dampaknya, perpustakaan pun sepi, kecuali mencari jurnal atau buku yang memang tidak ada format e-jurnal dane-book-nya.
            Malas Nulis dengan Tangan
Semua aktivitas mengandalkan papan ketik. Semua tulisan sudah ada formatnya. Mau nulis catatan kuliah tinggal nulis di notepad. Dunia digitalpun akhirnya membuat mahasiswa piawai mengetik, bukan menulis dengan tanggan. Jangan-jangan mahasiswa sudah lupa cara menulis dengan tanggan secara rapi dan indah.
            Malas Bergerak
Tinggal diam di kamar saja bisa tau semua informasi atau aktivitas di kampus. Belum mandi pun bisa berdiskusi dengan dosen melalui virtual-class. Bertemu dengan teman sekelas cukup mengandalkan BBM-an atau chatt room di kelas maya sembari nonton television. Mobilitas pun berkurang. Bahkan jalan-jalan ke kampus sembari menikmati lingkungan sekitar bisa semakin jarang. Semua duduk di depan monitr saja.
            Malas Bicara
Kemampuan komunikasi verbal pun bisa terganggu gara-gara komunikasi serba digital. Mau bertanya, tinggal mengetikkannya di diskusi elektronik yang tersedia di virtual-class, atau minimal melalui chat room/ BBM pun juga bisa. Bisa jadi kita gagap bicara komunikasi verbal jarang di gunakan. Dunia seolah hening, namun pesan elektronik bersliweran di ruang-ruang maya di perguruan tinggi.
            Meskipun smartphone, gedget dan perangkat mobile lainnya memberikan manfat besar dalam dunia pendidikan dengan menyajikan  kemudahan akan informasi. Dan kecanggihan gedget saat ini yang memfasilitasi akses internet yang akan memudahkan kita dalam memperkaya ilmu pengetahuan.
       Jadi dengan keberadaan gadget saat ini, terutama smartphone, seharusnya produktivitas seseorang dalam berbagai bisa lebih optimal, bukan menjadi bumerang yang merugikan para penggunanya. Dan batasi penggunaan gedget yang berlebihan, perbanyak interaksi di dunia nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial bermasyarakat. Jadikan gedget kita lebih bermanfaat bagi kehidupan kita dengan cara pengoptimalan penggunaan gedget kita.